Rektor IAIN SAS Babel Hadiri Lokakarya dan Rakernas Kemenag RI

avatar Tong Hari
Tong Hari

44 x dilihat
Rektor IAIN SAS Babel Hadiri Lokakarya dan Rakernas Kemenag RI
Rektor Hadiri Lokakarya dan Rakernas Kemenag RI

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Irawan,M.S.I., menghadiri Lokakarya  dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025 yang digelar di Atria Hotel, Summarecon Gading Serpong, Tangerang Selatan pada Senin (15/12/2025).

Lokakarya ini mengusung tema “Mempersiapkan Umat Masa Depan” dan menjadi bagian penting dari proses penyusunan Outlook Kementerian Agama Tahun 2026. Lokakarya ini membahas berbagai tantangan kehidupan keagamaan di era digital, sekaligus menegaskan pentingnya kepedulian terhadap isu lingkungan dalam praktik keberagamaan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, para Kepala Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia, serta rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dari seluruh Indonesia.

Dilansir dari laman Kementerian Agama RI kemenag.go.id, Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar menekankan bahwa perubahan global yang cepat mulai dari revolusi digital, kecerdasan buatan, hingga dinamika politik dan ekonomi telah membawa tantangan serius bagi kehidupan umat beragama.

Menurutnya, agama tidak boleh berhenti pada tataran simbol dan ritus, tetapi harus hadir sebagai sumber nilai, etika publik, dan energi transformasi sosial yang mampu menjawab persoalan nyata masyarakat, seperti ketidakadilan, konflik sosial, dan krisis lingkungan.

“Di sinilah Kementerian Agama harus mampu menjembatani dua dunia yang secara emosional dan intelektual berbeda,” kata Menag.

Lebih lanjut, Menag mengingatkan bahwa tanpa keseimbangan yang kuat, relasi antara negara dan agama berpotensi saling menekan. Dominasi negara dapat menggerus otonomi agama, sementara pengaruh agama yang berlebihan terhadap negara berisiko membawa Indonesia ke arah negara agama.“Kementerian Agama harus berada di posisi tengah,” tandasnya.

Selain itu, Menag mengingatkan pentingnya menjaga independensi agama agar tidak menjadi alat legitimasi politik. Menurutnya, keseimbangan antara keberpihakan pada negara dan kepentingan umat harus terus dijaga agar kepercayaan publik tetap terpelihara.

Sementara itu, Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Irawan,M.S.I., menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan lokakarya tersebut. Menurutnya, isu-isu yang diangkat sangat penting dan strategis dalam menjawab tantangan kehidupan beragama di masa depan.

Ia menegaskan bahwa IAIN SAS siap mengambil peran aktif dalam mendukung visi tersebut melalui penguatan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta inklusivitas.

Dengan kehadiran dan partisipasi aktif para rektor PTKN, termasuk Rektor IAIN SAS Babel, Lokakarya Kemenag Tahun 2025 ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perumusan Outlook Kementerian Agama 2026 serta arah kebijakan keagamaan nasional yang lebih antisipatif, preventif, dan berorientasi jangka panjang dalam menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)