IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) menjalin kerjasama atau dengan Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang. Kerjasana ini ditandai dengan penandatanganan Nota kesepahaman (MOU) antara Rektor IAIN SAS Babel Dr.Irawan, M.S.I dan Direktur Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang, dr. Agus Marvianto.
Bersamaan dengan kegiatan ini juga dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Klinik Kesehatan IAIN SAS Babel oleh Dr. Fatma Sylvana Dewi Harahap, MA.Kes dengan dr. Agus Marvianto, Direktur Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang.
Implementasi kerjasama ini langsung dilaksanakan pada hari yang sama berupa Seminar Kesehatan di Aula Gedung Terpadu, Selasa (29/10/2024).
Seminar ini menghadirkan narasumber Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang yakni dr. Feilin Tanita., Sp.KJ dengan Tema “Implementasi Problem Solving dan Empiris (Tajbiriyyah) pada Metode Studi Islam dalam Sains Kedokteran dan Kesehatan”.
Direktur Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang, dr. Agus Marvianto mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada IAIN SAS Babel atas kerjasama yang terjalin ini. Semoga ke depannya kerjasama ini dapat terus ditingkatkan.
Sementara itu, Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I menyampaikan bahwa kesehatan sangat penting bagi semua civitas akademika IAIN SAS Babel, oleh karena itu perlu kerjasama di bidang kesehatan dan pendidikan dengan Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang.
“Terima kasih kepada Direktur Rumah Sakit Primaya Bhakti Wara Pangkalpinang yang telah bersedia hadir dan memberikan seminar kesehatan kepada mahasiswa dan civitas akademika IAIN SAS Babel,” ujar Rektor.
Rektor juga berharap, setelah dilakukan MoU bisa memberikan dampak positif bagi kedua institusi.
Irawan menyampaikan tahun depan IAIN SAS Babel insya Allah akan membuka klinik kesehatan. Maka, dukungan dari berbagai pihak, khususnya dukungan dari RS Primaya sangat diharapkan, imbuh Rektor.
Selanjutnya seminar kesehatan yang disampaikan oleh dr. Feilin Tanita., Sp.KJ. Dalam paparannya tentang “Peran Konseling dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Mahasiswa” menyampaikan bahwa kesehatan mental bagi mahasiswa sangat membantu mahasiswa dalam belajar, bersosialisasi dan mencapai potensi yang optimal. Masa kuliah dipenuhi berbagai tekanan dan tantangan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, ujarnya.
Selanjuntnya, mekanisme coping adalah bentuk pertahanan diri dari masalah dengan mengelola emosi dan menyelesaikan sumber masalahnya/mengatasi stress, tidak semua coping mechanism dalam bentuk positif, ada juga yang negatif misalnya seperti menggunakan narkoba atau konsumsi alkohol berlebihan, dan sebagainya baik disadari atau tidak.
Kita kerap menggunakan mekanisme coping secara teratur setiap kali mengalami stres atau menghadapi suatu masalah. Mekanisme coping ini dapat berupa reaksi emosional, perilaku, atau pola pikir yang digunakan individu. Tujuannya untuk mengurangi ketegangan dan mengatasi masalah yang dihadapi.
Di akhir seminar, dr.Feilin menyampaikan agar memanfaatkan layanan konseling atau dukungan akademik yang tersedia dan mengikuti workshop atau seminar tentang manajemen stres dan keterampilan belajar. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dan layanan konseling di kampus mendorong kolaborasi antar lembaga untuk meningkatkan kualitas layanan konseling dan memperluas aksesibilitas layanan konseling, termasuk jam operasional dan layanan online.
Di akhir acara penandatanganan MoU dan PKS antara IAIN SAS Babel dengan Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang dan seminar juga dilakukan penyerahan cendramata oleh pihak IAIN SAS ke Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang yang di hadiri Ratusan Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung.(*)