IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Rektor Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) Dr.Irawan, M.S.I menghadirkan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc menjadi pembicara dalam kegiatan Evaluasi Rencana Strategis (Renstra)2020- 2024 di IAIN SAS Babel, pada Senin pagi (13/1) di ruang rapat rektorat Lantai II.
Rektor IAIN SAS Babel Dr.Irawan, M.S.I dalam sambutannya Renstra merupakan Rencana Strategi pengembangan Perguruan Tinggi yang menjadi komitmen dalam kepemimpinan. Selain itu ia mengatakan dalam evaluasi Renstra akan disampaikan kelebihan dan kekurangan untuk perbaikan ke depan.
“Dari evaluasi akan disampaikan kelebihan dan kekurangan dari Renstra agar menjadi bahan perbaikan dan masukan ke depan.” tambahnya.
Prof. Dr. Nurmandi memberikan pemaparan ada 3 isu yang menjadi rujukan dalam perumusan Renstra ini. Pertama, isu akreditasi. Kedua, isu pemeringkatan. Ketiga, isu IKU,” ujarnya.
Ia juga banyak mengulas tentang indikator lulusan maupun dosen. “Indikator keberhasilan lulusan, antara lain mendapatkan pekerjaan, melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, dan lulusan yang terjun ke dunia wirausaha,” jelasnya.
Pesan Prof. Nurmandi, Guru Besar Ilmu Pemerintahan UMY mengingatkan civitas akademika tentang peta persaingan antar perguruan tinggi.
“Pesaing kita sudah berlari kencang, sementara kita lama tertidur. Atau mungkin kita merasa sibuk sendiri, tapi tidak jelas apa yang telah kita capai, karena kita bekerja tanpa ukuran,” ungkapnya.
Dalam perumusan Renstra, kata Nurmandi, kita harus berangkat dari baseline kita saat ini.
“Misalnya berapa banyak SDM dosen kita yang telah berpendidikan doktor. Berapa dokumen artikel Scopus yang telah dihasilkan dosen-dosen IAIN SAS Babel ,” terang Nurmandi.
Kalau ingin lari cepat, tambahnya, IAIN SAS Babel harus menetapkan target pencapaian yang melampaui indikator Akreditasi Perguruan Tinggi.
“Selain itu, indikator daya saing internasional mesti dimasukkan ke dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,” jelas Nurmandi.
Di selaEvalauasi Renstra IAIN SAS Bangka Belitung berlangsung juga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan LP2M IAIN SAS Bangka Belitung.
Evaluasi diikuti sebanyak 30 orang lebih yang terdiri dari Para Wakil Rektor, Kepala Biro, Para Dekan, Wakil Dekan, Kepala Unit, Kabag dan Kasubbag di lingkungan kampus.(*)