Penguatan Tradisi Lisan Budaya Melayu Bangka Belitung Dosen IAIN SAS Babel Bersama Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman Launching Buku Pantun Negeri Sejiran Setason: Mengenang Atok Kampong

avatar Tong Hari
Tong Hari

54 x dilihat
Penguatan Tradisi Lisan Budaya Melayu Bangka Belitung Dosen IAIN SAS Babel Bersama Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman Launching Buku Pantun Negeri Sejiran Setason: Mengenang Atok Kampong
Dosen IAIN SAS Babel Bersama Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman Launching Buku Pantun Negeri Sejiran Setason: Mengenang Atok Kampong

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Dalam rangka penguatan tradisi lisan Budaya Melayu Bangka Belitung, sebuah tonggak penting ditandai dengan diluncurkannya buku Pantun Kehidupan Negeri Sejiran Setason: Mengenang Atok Kampong. 

Acara peluncuran yang meriah ini, yang terselenggara atas dukungan penuh dari Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bangsa Kabupaten Bangka Barat, dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Desember 2025, bertempat di lokasi ikonik Pantai Pasir Kuning, Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Peluncuran buku ini merupakan kolaborasi strategis antara dunia akademik dan pemerintah daerah, yang secara langsung melibatkan dosen dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. 

Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman, hadir secara langsung untuk meluncurkan buku yang ditulis oleh Gustin,M.Pd,  dosen IAIN SAS Babel, bersama Almarhum Ardi, sosok yang dikenal sebagai Atok Kampong dan menjadi inspirasi utama dalam dokumentasi pantun ini.

Buku Pantun Kehidupan Negeri Sejiran Setason: Mengenang Atok Kampong adalah hasil dari upaya mendalam untuk mendokumentasikan dan menghidupkan kembali pantun-pantun tradisional yang menjadi cerminan kearifan lokal dan sejarah lisan masyarakat Bangka Barat, yang dikenal dengan julukan Negeri Sejiran Setason. Pantun-pantun yang dikumpulkan dalam buku ini berfungsi sebagai jembatan generasi, merekam nasihat, etika, dan filosofi hidup para Atok Kampong (sesepuh desa).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Yus Derahman menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. "Pantun adalah warisan tak benda kita yang paling berharga. Ia bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ruh dari budaya Melayu yang mengajarkan kita tentang budi pekerti, sejarah, dan kebersamaan. 

Peluncuran buku ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama, antara akademisi dan pemerintah, untuk memastikan bahwa tradisi lisan ini tidak lekang dimakan zaman," ujar H. Yus Derahman.

Sementara itu, Gustin, salah satu penulis dan Dosen IAIN SAS Babel, menjelaskan bahwa karya ini merupakan bentuk penghormatan dan bertujuan untuk memberikan landasan akademis yang kuat bagi pelestarian pantun. 

"Buku ini adalah wujud nyata dari semangat Almarhum Ardi, yang kami kenal sebagai Atok Kampong, dalam menjaga warisan lisan. Kami berharap dedikasi beliau dapat terus menginspirasi," ujarnya. 

"Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi koleksi, tetapi juga sumber referensi utama bagi pelajar, peneliti, dan masyarakat luas untuk memahami kedalaman makna di balik setiap bait pantun Melayu Bangka. Ini adalah langkah awal dalam penguatan literasi budaya dan identitas lokal," jelasnya.

Acara peluncuran di Pantai Pasir Kuning Tempilang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda Bangka Barat. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme yang besar terhadap upaya pelestarian budaya. 

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan pantun bersama oleh Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman dan Tokoh Adat hal ini menegaskan kembali semangat untuk menjaga dan mewariskan kekayaan tradisi lisan Bangka Belitung kepada generasi mendatang.(*)